← Inspiration
parforhold

Ketika yang satu menginginkan lebih dari yang lain

3 min read

Ketika Satu Pihak Merasa Lebih Dalam dari yang Lain

Mungkin kamu pernah merasakan hal ini. Kamu mengecek ponsel lebih sering dari biasanya. Pikiranmu melayang kepadanya padahal harusnya kamu fokus pada hal lain. Dan ada perasaan tidak nyaman di perut — seakan-akan kamu merasa lebih dalam dibanding dia. Ini adalah salah satu posisi paling rentan yang bisa kita alami dalam hubungan, baik yang baru dimulai maupun yang sudah berjalan. Tapi sebenarnya, hal ini sangat umum terjadi.

Ketika Perasaan Tidak Seimbang

Ketidakseimbangan dalam cinta bukan berarti ada yang salah dengan dirimu — atau dengan hubungan kalian. Penelitian justru menunjukkan bahwa sebagian besar hubungan pasti pernah mengalami ketidakseimbangan dalam investasi emosional di suatu waktu. Sosiolog Amerika, Willard Waller, sudah menggambarkan hal ini sejak tahun 1938 dengan konsepnya "the principle of least interest" — gagasan bahwa orang yang paling sedikit berinvestasi secara emosional, seringkali memiliki kekuatan lebih dalam hubungan. Bukan karena mereka menginginkannya, tapi karena dinamika ini terbentuk secara alami.

Ini tidak berarti kamu lemah karena merasa lebih dalam. Ini juga tidak berarti dia dingin atau tidak peduli. Setiap orang membuka diri dengan tempo yang berbeda. Ada yang butuh waktu untuk membiarkan perasaan mengendap sebelum bisa merasakannya sepenuhnya. Ada juga yang cepat akrab dengan perasaan mereka sendiri. Keduanya sama-sama tidak salah.

Lalu, Apa yang Harus Dilakukan?

Yang sulit adalah bagaimana menyikapinya. Soalnya, apa yang harus dilakukan ketika kita ingin mengungkapkan perasaan, tapi takut membuatnya lari? Banyak orang akhirnya bermain peran — mereka meredam diri sendiri, jadi agak lebih sulit dijangkau, berusaha menyesuaikan tempo pasangan dengan menekan perasaan mereka sendiri.

Ini mungkin terasa seperti solusi sementara. Tapi dalam jangka panjang, hal ini justru menciptakan jarak dengan diri sendiri. Kamu mulai bertindak berlawanan dengan kebutuhanmu sendiri, dan itu menguras energi. Psikolog dan peneliti hubungan John Gottman menekankan pentingnya apa yang dia sebut "emotional attunement" — kemampuan untuk hadir dan jujur tentang perasaan kita, bahkan ketika itu terasa tidak nyaman.

Jujur Tanpa Memaksa

Kuncinya adalah belajar mengekspresikan perasaan tanpa memberikan tekanan. Ini berarti kamu bisa berkata, "Aku mulai merasa dekat denganmu" tanpa menambahkan tekanan dengan kalimat seperti "dan aku harap kamu juga merasakan hal yang sama." Biarkan perasaanmu ada tanpa mengharapkan balasan yang langsung.

Ingatlah bahwa kerentanan adalah kekuatan, bukan kelemahan. Ketika kamu berani menunjukkan perasaan aslimu, kamu memberi ruang bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama — dalam tempo mereka sendiri.

Jika kamu sedang berjuang dengan dinamika hubungan yang rumit seperti ini, AIA bisa menjadi teman bicara yang membantu. Sebagai panduan AI personal, AIA siap mendengarkan dan membantumu memahami perasaanmu tanpa menghakimi.

Talk to AIA about this

AIA knows these theories and can help you understand them in your own situation.

Open AIA →